السلم عليكم ورحمةالله وبركة { selamat datang di home page ku semoga kita semua dalam lindungan allah swt } السلم عليكم ورحمةالله وبركة

Rabu, 18 Maret 2009

sungguh memalukan..........

baru-baru ini saya dengar kabar yang sungguh sangat memalukan. para anggota dewan di salah satu bagian dari wilayah NKRI ini telah memasukkan pengeluaran pribadi mereka kedalam anggaran belanja daerahnya. sungguh tragis memang keadaan ini, bagaimana tidak, wong hanya untuk membeli sepatu olahraga saja para anggota dewan kita yang digaji tak kurang dari 5juta rupiah perbulannya tak sanggup membeli sepatu olahraga sendiri. sungguh kebangetan mereka itu....dulu.....sewaktu kampanye mereka berjanji akan membela rakyat dan selalu mendahulukan kepentingan rakyat, tapi nyatanya sekarang mereka dengan jelas-jelas telah menodai janji mereka itu.
entah apakah mereka benar-benar tak mampu membeli sepatu olahraga itu atau memang mereka tak punya malu memanfaatkan keberadaan mereka sekarang untuk mencari keuntungan sendiri. dulu.......sewaktu kita melakukan pemilu dengan sisitem yang baru kita semua berharap dengan sistem yang baru itu nantinya kita bisa memilih wakil rakyat yang baik,tak seperti membeli kucing dalam karung, seperti yang mungkin selama ini kita alami. memang sih kita tak membeli kucing dalam karung, karena kita dapat langsung melihat keadaan kucing tersebut, tapi nyatanya tak sebaik yang kita kira karena kucing yang kita beli tak murni menunjukkan wajah aslinya aslinya, mereka masih mengenakkan topeng kemunafikan yang telah menipu kita semua.
kini ada pertanyaan baru yang timbul dalam benakku " apakah pilkada yang sebentar lagi akan kita laksanakan akan menghasilkan product yang sama lagi seperti yang dihasilkan pemilu yang lalu?" . walaupun para calon pilkada adalah orang yang mungkin pasti adalah putera daerah tersebut yang begitu dikenal namanya dan orangnya,tapi adakah orang-orang tersebut kita kenali wajah aslinya.
kalau hasil dari pilkada nanti sama buruknya, lalu dimanakah letak keunggulan sistem terbaru ini?

posting terdahulu 07-juni 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar