baru-baru ini saya dengar kabar yang sungguh sangat memalukan. para anggota dewan di salah satu bagian dari wilayah NKRI ini telah memasukkan pengeluaran pribadi mereka kedalam anggaran belanja daerahnya. sungguh tragis memang keadaan ini, bagaimana tidak, wong hanya untuk membeli sepatu olahraga saja para anggota dewan kita yang digaji tak kurang dari 5juta rupiah perbulannya tak sanggup membeli sepatu olahraga sendiri. sungguh kebangetan mereka itu....dulu.....sewaktu kampanye mereka berjanji akan membela rakyat dan selalu mendahulukan kepentingan rakyat, tapi nyatanya sekarang mereka dengan jelas-jelas telah menodai janji mereka itu.
entah apakah mereka benar-benar tak mampu membeli sepatu olahraga itu atau memang mereka tak punya malu memanfaatkan keberadaan mereka sekarang untuk mencari keuntungan sendiri. dulu.......sewaktu kita melakukan pemilu dengan sisitem yang baru kita semua berharap dengan sistem yang baru itu nantinya kita bisa memilih wakil rakyat yang baik,tak seperti membeli kucing dalam karung, seperti yang mungkin selama ini kita alami. memang sih kita tak membeli kucing dalam karung, karena kita dapat langsung melihat keadaan kucing tersebut, tapi nyatanya tak sebaik yang kita kira karena kucing yang kita beli tak murni menunjukkan wajah aslinya aslinya, mereka masih mengenakkan topeng kemunafikan yang telah menipu kita semua.
kini ada pertanyaan baru yang timbul dalam benakku " apakah pilkada yang sebentar lagi akan kita laksanakan akan menghasilkan product yang sama lagi seperti yang dihasilkan pemilu yang lalu?" . walaupun para calon pilkada adalah orang yang mungkin pasti adalah putera daerah tersebut yang begitu dikenal namanya dan orangnya,tapi adakah orang-orang tersebut kita kenali wajah aslinya.
kalau hasil dari pilkada nanti sama buruknya, lalu dimanakah letak keunggulan sistem terbaru ini?
posting terdahulu 07-juni 2005
Rabu, 18 Maret 2009
Kamis, 05 Maret 2009
let's think about it........
Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia ," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
( Ini merupakan email dari salah satu teman )
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia ," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
( Ini merupakan email dari salah satu teman )
Senin, 02 Maret 2009
pindahan......
wah....dah lama ga isi blog nich. jadi males dech isi blog yang dulu...biar g males ya...kaya nya harus pindahan dech! semoga ja dengan pindah alamat ( kaya rumah ja )jadi g begitu males.....duch nich orang masih ja da malesnya :-)
sebagain dari isi blog yang lama gw pindah ke sini, ya...sayang ja klo harus dibuang...maklum hasil tulisan sendiri walau ga bagus2 amet :-) maklum baru belajar nulis....
sebagain dari isi blog yang lama gw pindah ke sini, ya...sayang ja klo harus dibuang...maklum hasil tulisan sendiri walau ga bagus2 amet :-) maklum baru belajar nulis....
dasar...penulis amatir!!
Sudah lama belajar tuk jadi seorang penulis,tapi sampai sekarang masih juga bingung mau menulis apa. Ya gelar penulis amatirpun tak pantas disandang diri ini. " Wong kalo nulis banyak salah en berulang-ulang kali ngedit sampe nich mata jadi rada sipit " . Ternyata meski hanya menulis deskripsi diri sendiri saja harus memutar otak ini tujuh keliling. Bagaimana mau menulis sebuah cerpen apalagi novel,wah....wah....bisa botak kepala ini.
Mungkin beginilah jadinya kalau jadi orang indonesia tetapi tidak suka pelajaran Bahasa Indonesia. Kalau kata orang tua dulu kualat. Yaa....mau bagaimana lagi?habisnya diri ini tidak begitu suka dengan pelajaran yang terlalu banyak teori, mengharuskan rajin membaca agar bisa mengerti. Otak ini lebih suka dipakai untuk mengerjakan soal-soal yang membutuhkan perhitungan dan rumus-rumus yang ngejelimet. Meski akhirnya garuk-garuk kepala saking pusingnya tidak bisa selesaikan soal tersebut.
Harus diakui kerumitan mengerjakan soal-soal tersebut terkadang lebih mengasikkan, apalagi kalau mengerjakan soal-soal matematika dengan simbol pengganti X dan Y-nya itu. Rasanya seperti sedang bermain teka-teki, ketika satu nilai sudah didapat maka nilai yang lainpun seperti menggelitik otak untuk segera mendapatkannya.
Mungkin beginilah jadinya kalau jadi orang indonesia tetapi tidak suka pelajaran Bahasa Indonesia. Kalau kata orang tua dulu kualat. Yaa....mau bagaimana lagi?habisnya diri ini tidak begitu suka dengan pelajaran yang terlalu banyak teori, mengharuskan rajin membaca agar bisa mengerti. Otak ini lebih suka dipakai untuk mengerjakan soal-soal yang membutuhkan perhitungan dan rumus-rumus yang ngejelimet. Meski akhirnya garuk-garuk kepala saking pusingnya tidak bisa selesaikan soal tersebut.
Harus diakui kerumitan mengerjakan soal-soal tersebut terkadang lebih mengasikkan, apalagi kalau mengerjakan soal-soal matematika dengan simbol pengganti X dan Y-nya itu. Rasanya seperti sedang bermain teka-teki, ketika satu nilai sudah didapat maka nilai yang lainpun seperti menggelitik otak untuk segera mendapatkannya.
Intelek or in-tele’
Beberapa hari yang lalu gw melihat berita tentang tawuran antar mahasiswa di daerah salemba. Melihat kejadian itu gw jadi malu en ga' habis fikir,bagaimana bisa kaum intelek yang dulu menggembor-gemborkan reformasi sekarang bertingkah seperti anak-anak sekolah tingkat STM,pada hal anak STM yang dulu sering tawuran perlahan sudah mulai berkurang. Mereka ( masiswa:red ) bukan hanya saling adu fisik tapi juga sudah melakukan tindakan yang meresahkan dan merugikan orang lain. Entah dimana otak para kaum yang dikatakan intelek ini? apa mereka memang sudah ga ada kerjaan lagi setelah melakukan reformasi?
Dulu mereka berteriak-teriak agar pamerintahan bersih dari pejabat-pejabat tak bermoral kini mereka dengan jelas-jelas sudah melakukan tindakan tak bermoral. Tingkah laku mereka seolah cerminan dari masa muda yang liar yang tak pernah mengenal pendidikan. Apa jadinya jika orang-orang ini kelak duduk dipemerintahan? mungkin yang terjadi adalah terbentuknya kabinet anarkis.Dan mungkin saat ini orang-orang seperti mereka sudah tak pantas disebut kaum intelek tapi berubah menjadi kaum in-tele' (bahasa jawa),karena memang saat ini apa yang keluar dari mulut dan sikap mereka tak jauh tak berharga seperti tele'.
Posting awal November 2004
Dulu mereka berteriak-teriak agar pamerintahan bersih dari pejabat-pejabat tak bermoral kini mereka dengan jelas-jelas sudah melakukan tindakan tak bermoral. Tingkah laku mereka seolah cerminan dari masa muda yang liar yang tak pernah mengenal pendidikan. Apa jadinya jika orang-orang ini kelak duduk dipemerintahan? mungkin yang terjadi adalah terbentuknya kabinet anarkis.Dan mungkin saat ini orang-orang seperti mereka sudah tak pantas disebut kaum intelek tapi berubah menjadi kaum in-tele' (bahasa jawa),karena memang saat ini apa yang keluar dari mulut dan sikap mereka tak jauh tak berharga seperti tele'.
Posting awal November 2004
Sinetron....kamus kekejaman gaya baru
"Televisi"..begitu lekat menyatu dengan kehidupan masyarakat kita. Begitu banyak acara disajikan untuk menghibur. Dari acara berita, kuis, demo masak, hingga berbagai macam sinetron. Dan belakangan ini acara yang begitu banyak mengisi setiap stasiun televisi yang ada di negara kita adalah sinetron. Acara ini mungkin yang paling digemari oleh banyak pemirsa televisi dari anak-anak hingga orang tua. Tapi acara yang justru paling banyak ditonton ini justru jarang sekali mengandung pesan-pesan moral. Bahkan belakangan gw perhatikan malah semakin banyak memperlihatkan perlakuan-perlakuan kasar atau keji dan tak bermoral. Entah apa maksud dari para produsen sinetron di negara kita dengan semakin memperbanyak sinetron yang bertemakan kekejaman terhadap orang lain.
Sinetron sekarang sudah seperti sebuah kamus yang berisikan berbagai macam tindakan keji dan tak bermoral. Ini jelas nantinya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan akhlak dan moral masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Memang sich disetiap acara televisi biasanya diterakan tanda bagi penonton yang memberitahukan apakah acara tersebut untuk segala usia, untuk dewasa, atau untuk anak-anak, perlu atau tidak bimbingan dari orang tua. Perlu kita ketahui walaupun sudah dijelaskan bahwa ketika menonton acara tersebut nantinya perlu bimbingan dari orang tua, tapi apakah setiap orang tua juga nantinya akan mengarahkan anaknya ketika menonton acara yang didalamnya memperlihatkan tindakan-tindakan kejam. Sedangkan dari pengamatan gw banyak sekali anak-anak yang ketika menonton acara seperti itu tanpa didampingi orang tua mereka, kalaupun ada orang tua mereka hanya bersifat menemaninya menonton bukan sebagai pembimbing. Memang kalau kita perhatikan jelas itu merupakan kelalaian orang tua si anak. Tapi sadarkah kita bahwa tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang diperlihatkan dalam adegan sinetron tersebut juga sudah diluar batas. Banyak sekali contoh-contoh penyiksaan gaya baru yang mungkin dulu orang tak pernah berpikir, kalau ada orang yang setega itu melakukannya. Salah satu contoh saja, di salah satu sinetron malah ada sosok seorang anak SD yang mampu melakukan tindakan kejam yang kalau kita pikir tidak mungkin anak seumur itu mampu melakukannya, jangankan melakukannya memikirkannyapun mereka tak mungkin bisa.
Jelas sekali ini membuat sinetron menjadi seperti sebuah kamus baru bagi tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang dapat membuat anak-anak nantinya memiliki perangai yang kasar. Karena tanpa sadar tindakan-tindakan kejam yang mereka tonton tersebut terekam dalam memori mereka dan menjadikan mereka sosok-sosok orang kejam yang baru. Dan menambah deretan pelaku kejahatan di lingkungan masyarakat kita.
Posting awal September 2004
Sinetron sekarang sudah seperti sebuah kamus yang berisikan berbagai macam tindakan keji dan tak bermoral. Ini jelas nantinya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan akhlak dan moral masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Memang sich disetiap acara televisi biasanya diterakan tanda bagi penonton yang memberitahukan apakah acara tersebut untuk segala usia, untuk dewasa, atau untuk anak-anak, perlu atau tidak bimbingan dari orang tua. Perlu kita ketahui walaupun sudah dijelaskan bahwa ketika menonton acara tersebut nantinya perlu bimbingan dari orang tua, tapi apakah setiap orang tua juga nantinya akan mengarahkan anaknya ketika menonton acara yang didalamnya memperlihatkan tindakan-tindakan kejam. Sedangkan dari pengamatan gw banyak sekali anak-anak yang ketika menonton acara seperti itu tanpa didampingi orang tua mereka, kalaupun ada orang tua mereka hanya bersifat menemaninya menonton bukan sebagai pembimbing. Memang kalau kita perhatikan jelas itu merupakan kelalaian orang tua si anak. Tapi sadarkah kita bahwa tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang diperlihatkan dalam adegan sinetron tersebut juga sudah diluar batas. Banyak sekali contoh-contoh penyiksaan gaya baru yang mungkin dulu orang tak pernah berpikir, kalau ada orang yang setega itu melakukannya. Salah satu contoh saja, di salah satu sinetron malah ada sosok seorang anak SD yang mampu melakukan tindakan kejam yang kalau kita pikir tidak mungkin anak seumur itu mampu melakukannya, jangankan melakukannya memikirkannyapun mereka tak mungkin bisa.
Jelas sekali ini membuat sinetron menjadi seperti sebuah kamus baru bagi tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang dapat membuat anak-anak nantinya memiliki perangai yang kasar. Karena tanpa sadar tindakan-tindakan kejam yang mereka tonton tersebut terekam dalam memori mereka dan menjadikan mereka sosok-sosok orang kejam yang baru. Dan menambah deretan pelaku kejahatan di lingkungan masyarakat kita.
Posting awal September 2004
Film Kartun
Hampir tiap minggu pagi gw pasti selalu ada di depan televisi tuk nonton film kartun. Entah mengapa gw suka sekali sama film yang notabene penontonnya adalah anak-anak kecil. Yang jelas gw ngerasa otak lebih fresh en rileks aja, gw jadi ngerasa kembali kemasa kanak-kanak. Mungkin banyak diantara kita yang merasa malu ketika menonton film kartun karena takut dikatakan " payah masih kekanak-kanakan,belum dewasa!!" Tahukah kita kalau hampir semua film yang beredar di Indonesia banyak sekali memberikan contoh perilaku yang tidak baik, seperti kekerasan dan budaya yang tak sesuai dengan kebudayaan bangsa kita. Hanya film kartun sajalah yang tidak mengandung hal-hal tersebut.
Dengan menonton film kartun jiwa kekanak-kanakkan kita akan kembali sehingga dapat membuat sebuah keseimbangan dalam diri kita. Lihat orang-orang yang suka melakukan tindakan anarkis,kekejaman,dan prilaku amoral lainnya, didalam diri mereka tidak ada sedikitpun sifat kekanak-kanakkan. Dalam jiwa anak-anak itu pada dasarnya tidak pernah ada dendam,egoisme,kekerasan, permusuhan. Dalam diri mereka yang ada hanya ceria,tawa,persahabatan,kebaikan. Sifat-sifat tersebutlah yang dapat meredam semua sifat buruk yang ada pada orang dewasa dan dapat mengontrol diri kita agar tak melakukan tindakan amoral.
Selain itu dengan menonton film kartun otak kita yang tegang dan stres akibat permasalahan yang kita hadapi setiap harinya dapat menjadi lebih fresh dan rileks, hal ini dikarenakan sewaktu kita menonton film kartun tersebut kita ikut terlarut dalam keceriaan yang ada dalam setiap ceritanya. Kita akan terhanyut dalam indahnya khayalan dan imajinasi sang pengarang cerita film kartun tersebut, hingga sejenak kita lepas dari semua beban yang menindih pundak kita. Dengan sendirinya tanpa kita sadari pula, kita telah mengobati penyakit yang banyak diderita oleh hampir seluruh orang dewasa dibumi tanpa mengeluarkan sedikitpun biaya dan tanpa terapi khusus. Bukankah itu menguntungkan!!!
Heee...hee....hidup Tom and Jerry...hidup Dragon Ballz...!!!!!
Posting awal Oktober 2004
Dengan menonton film kartun jiwa kekanak-kanakkan kita akan kembali sehingga dapat membuat sebuah keseimbangan dalam diri kita. Lihat orang-orang yang suka melakukan tindakan anarkis,kekejaman,dan prilaku amoral lainnya, didalam diri mereka tidak ada sedikitpun sifat kekanak-kanakkan. Dalam jiwa anak-anak itu pada dasarnya tidak pernah ada dendam,egoisme,kekerasan, permusuhan. Dalam diri mereka yang ada hanya ceria,tawa,persahabatan,kebaikan. Sifat-sifat tersebutlah yang dapat meredam semua sifat buruk yang ada pada orang dewasa dan dapat mengontrol diri kita agar tak melakukan tindakan amoral.
Selain itu dengan menonton film kartun otak kita yang tegang dan stres akibat permasalahan yang kita hadapi setiap harinya dapat menjadi lebih fresh dan rileks, hal ini dikarenakan sewaktu kita menonton film kartun tersebut kita ikut terlarut dalam keceriaan yang ada dalam setiap ceritanya. Kita akan terhanyut dalam indahnya khayalan dan imajinasi sang pengarang cerita film kartun tersebut, hingga sejenak kita lepas dari semua beban yang menindih pundak kita. Dengan sendirinya tanpa kita sadari pula, kita telah mengobati penyakit yang banyak diderita oleh hampir seluruh orang dewasa dibumi tanpa mengeluarkan sedikitpun biaya dan tanpa terapi khusus. Bukankah itu menguntungkan!!!
Heee...hee....hidup Tom and Jerry...hidup Dragon Ballz...!!!!!
Posting awal Oktober 2004
Wow.....otak kita kerenz.....
Sudah sejam lebih gw nongkrong di depan monitor tapi ga dapet juga ide buat nulis. Rasanya kepala ini kosong ga ada isinya sama sekali. Tapi toch meski tak ada satu pun ide yang keluar dari otak gw, ternyata otak gw ini tak sepenuhnya diam. Sebagai contoh ya...saat seperti sekarang ini, gw lagi bingung cari sesuatu yang menarik untuk ditulis ternyata tanpa tersadar gw mulai menulis kata per kata dan akhirnya menjadi tulisan ini.
Meski tak begitu banyak bearti tulisan ini, setidaknya anggapan banyak orang yang berfikir kalau mereka tak mendapatkan sebuah ide untuk melakukan sesuatu,berarti otak mereka sedang diam alias tak bekerja adalah anggapan yang salah. Tanpa sadar otak kita telah bekerja dan memberikan signal kepada bagian tubuh kita yang lain untuk melakukan sesuatu, yang ternyata dalam mengerjakannya butuh sebuah konsentrasi yang penuh dari otak kita. Sebagai contoh lain, ketika kita sedang mencoba menulis pada selembar kertas, tetapi setiap mulai menulis ada saja salah dalam penulisan kata atau susunan kata. Saking kesalnya secara refleks tangan kita meremas-remas kertas tersebut dan melemparnya ketempat sampah layaknya seorang pemain basket, dan kertas itu ternyata jatuh tepat didalam tempat sampah tersebut.
Kalau kita coba sekali lagi dengan sengaja melempar kertas tadi pasti kita akan butuh konsentrasi lebih untuk mengarahkannya agar lemparan tersebut tidak meleset. Jadi betapa cepatnya otak kita saat itu, memberikan signal kepada tangan untuk meremas kertas, memberikan signal ke mata agar mengarahkan pandangan mata kearah tempat sampah. Memperkirakan jarak kita dari tempat sampah dan memperhitungkan seberapa besar kekuatan lemparan kita nanti, lalu kembali memberikan signal ke tangan kita kembali agar kita dapat mengatur arah dan kekuatan lemparan sehingga tepat sasaran. Tentunya itu semua dilakukan otak kita hanya dalam beberapa detik, menakjubkan....!!!!
Posting awal 14-02-2008
Meski tak begitu banyak bearti tulisan ini, setidaknya anggapan banyak orang yang berfikir kalau mereka tak mendapatkan sebuah ide untuk melakukan sesuatu,berarti otak mereka sedang diam alias tak bekerja adalah anggapan yang salah. Tanpa sadar otak kita telah bekerja dan memberikan signal kepada bagian tubuh kita yang lain untuk melakukan sesuatu, yang ternyata dalam mengerjakannya butuh sebuah konsentrasi yang penuh dari otak kita. Sebagai contoh lain, ketika kita sedang mencoba menulis pada selembar kertas, tetapi setiap mulai menulis ada saja salah dalam penulisan kata atau susunan kata. Saking kesalnya secara refleks tangan kita meremas-remas kertas tersebut dan melemparnya ketempat sampah layaknya seorang pemain basket, dan kertas itu ternyata jatuh tepat didalam tempat sampah tersebut.
Kalau kita coba sekali lagi dengan sengaja melempar kertas tadi pasti kita akan butuh konsentrasi lebih untuk mengarahkannya agar lemparan tersebut tidak meleset. Jadi betapa cepatnya otak kita saat itu, memberikan signal kepada tangan untuk meremas kertas, memberikan signal ke mata agar mengarahkan pandangan mata kearah tempat sampah. Memperkirakan jarak kita dari tempat sampah dan memperhitungkan seberapa besar kekuatan lemparan kita nanti, lalu kembali memberikan signal ke tangan kita kembali agar kita dapat mengatur arah dan kekuatan lemparan sehingga tepat sasaran. Tentunya itu semua dilakukan otak kita hanya dalam beberapa detik, menakjubkan....!!!!
Posting awal 14-02-2008
kau singkirkan puingku...maka kututup jalanmu
Ini kisah tentang 2 orang tetanggaku yang rumahnya berdampingan tapi terselingi sebuah gang sempit.Sebut saja namanya Si A dan Si B. Si A memiliki sebuah rumah bertingkat yang kebetulan ia kontrakkan dan beberapa kamar kecil yang ia kontrakkan terletak dibelakang rumahnya itu. Secara kebetulan akses masuk untuk orang yang kos dibelakang rumahnya ya...digang yang sempit itu, begitu juga dengan tangga untuk naik kelantai 2 bagi yang mengontrak disana. Kalaupun ada jalan yang lain harus jalan memutar cukup jauh. Sedangkan si B rumahnya tidak begitu bagus karena belum sempat direnovasi lagi setelah yang terakhir setahun lalu.
Seminggu yang lalu sebuah permasalahan timbul karena sikap si A yang terlalu cerewet. Ia tiba-tba marah karena si B telah menaruh puing-puing bekas renovasi rumahnya tepat dibawah tangga rumahnya untuk waktu yang cukup lama ( satu tahun , dan perang mulut terjadi. Si B sengaja tidak membuang puing tersebut karena masih bisa dipergunakan lagi, dan rencananya ia akan gunakan untuk menambah kekurangan bahan bangunan untuk renovasi nanti. Si B memang sengaja meletakkan puing tersebut di bawah tangga karena tak ada tempat lain untuk menyimpannya. Jadi bukan bermaksud membuat jelek pemandangan rumah si A.
Keadaan semakin meruncing sehari setelah si A marah-marah. Si B yang merasa tersinggung akan perkataan si A, akhirnya menyingkirkan puing itu keareal tanah miliknya di samping tangga. Bukan hanya itu ia pun membeli bahan bangunan untuk renovasi rumahnya dan meletakkannya lagi di samping tangga, yang secara otomatis menutup rapat jalan menuju kontrakkan dibelakang rumah si A dan juga menutupi jalan untuk naik ke tangga tersebut. Karena hal tersebut membuat orang-orang yang kos di tempat si A menjadi tak nyaman, mereka mengadu kepada si A. Keributan baru pun terjadi, si A marah-marah dan memanggil saudaranya untuk membelanya. Adu mulut tak terhindarkan, semua perkataan kotor pun terlontar dengan deras. Para tetangga yang lain merasa terganggu dan segera melaporkannya kepada RT setempat. Akhirnya permasalahan diselesaikan dengan cara lebih kekeluargaan, sehingga kedua pihak tidak melanjutkan perseteruan tersebut.
Begitulah romantika hidup bertetangga kadang terjadi perselisihan. Tapi kejadian tersebut tidak perlu terjadi andaikata si A mau bertenggang rasa membiarkan si B menaruh puing tersebut di bawah tangga rumahnya. Toh dia sendiri sadar kalau tak ada tempat lain selain disitu, karena kalau puing itu ditaruh disamping tangga sudah pasti sedikit menggangu jalan. Yang pasti itu bisa merugikan dia nantinya.
Kadang kita bertingkah laku seperti si A, bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Terpancing ego disertai emosi. Lupa Fitrah kita sebagai manusia yaitu mahluk sosial yang hidup berdampingan. Saling membutuhkan, memberi, bertenggang rasa, peduli akan keadaan sekitar.
Posting awal 25-02-2008
Seminggu yang lalu sebuah permasalahan timbul karena sikap si A yang terlalu cerewet. Ia tiba-tba marah karena si B telah menaruh puing-puing bekas renovasi rumahnya tepat dibawah tangga rumahnya untuk waktu yang cukup lama ( satu tahun , dan perang mulut terjadi. Si B sengaja tidak membuang puing tersebut karena masih bisa dipergunakan lagi, dan rencananya ia akan gunakan untuk menambah kekurangan bahan bangunan untuk renovasi nanti. Si B memang sengaja meletakkan puing tersebut di bawah tangga karena tak ada tempat lain untuk menyimpannya. Jadi bukan bermaksud membuat jelek pemandangan rumah si A.
Keadaan semakin meruncing sehari setelah si A marah-marah. Si B yang merasa tersinggung akan perkataan si A, akhirnya menyingkirkan puing itu keareal tanah miliknya di samping tangga. Bukan hanya itu ia pun membeli bahan bangunan untuk renovasi rumahnya dan meletakkannya lagi di samping tangga, yang secara otomatis menutup rapat jalan menuju kontrakkan dibelakang rumah si A dan juga menutupi jalan untuk naik ke tangga tersebut. Karena hal tersebut membuat orang-orang yang kos di tempat si A menjadi tak nyaman, mereka mengadu kepada si A. Keributan baru pun terjadi, si A marah-marah dan memanggil saudaranya untuk membelanya. Adu mulut tak terhindarkan, semua perkataan kotor pun terlontar dengan deras. Para tetangga yang lain merasa terganggu dan segera melaporkannya kepada RT setempat. Akhirnya permasalahan diselesaikan dengan cara lebih kekeluargaan, sehingga kedua pihak tidak melanjutkan perseteruan tersebut.
Begitulah romantika hidup bertetangga kadang terjadi perselisihan. Tapi kejadian tersebut tidak perlu terjadi andaikata si A mau bertenggang rasa membiarkan si B menaruh puing tersebut di bawah tangga rumahnya. Toh dia sendiri sadar kalau tak ada tempat lain selain disitu, karena kalau puing itu ditaruh disamping tangga sudah pasti sedikit menggangu jalan. Yang pasti itu bisa merugikan dia nantinya.
Kadang kita bertingkah laku seperti si A, bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Terpancing ego disertai emosi. Lupa Fitrah kita sebagai manusia yaitu mahluk sosial yang hidup berdampingan. Saling membutuhkan, memberi, bertenggang rasa, peduli akan keadaan sekitar.
Posting awal 25-02-2008
THINK FIRST BEFORE YOU ACT
" Think First Before You Act " Ya kata itu terpampang jelas di salah satu sudut tempat gw bekerja. Tentunya bukan tanpa tujuan manajemen ditempat gw bekerja memapang tulisan itu besar-besar. Saat ini memang perusahaan tempat gw bekerja sangat konsen mengurus yang namanya Keselamatan Kerja. Dengan harapan nol kecelakan kerja bisa di capai. Bukan hal yang baru juga tulisan itu terpampang karena telah lama tuisan itu ada, hanya saja melihat tulisan tersebut jadi terlintas sebuah pemikiran kecil.
Sudah hampir seminggu gw lihat di hampir semua pemberitaan media menyoroti masalah tawuran antar mahasiswa. Yng kalau ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata semua berawal dari masalah yang sepele. Hanya karena salah satu rekan mereka dipukuli oleh anak dari fakultas yang lain. Dari sebuah pertengkaran dua kelompok kecil menjadi pertengkaran yang meluas menjadi perang dua kelompok besar. Dengan dalih solidaritas mereka membela teman yang diniaya, tanpa berpikir panjang kembali menyerang pihak yang mereka anggap tersangka. Padahal belum tentu juga mereka mengetahui pokok permasalahannya. Belum tentu juga teman yang mereka bela ada di posisi yang benar. Kalau pun ya,cara yang mereka tempuh sangarlah brutal, sungguh tak menecerminkan siapa diri mereka. Kaum yang dikatakan intelek, yang cerdas dalam berpikir justru tak mampu berpikir terlebih dahulu dalam mengambil sebuah tindakkan. Tanpa memikirkan akibat dari tindakannya nanti, mereka menciptakan anarkisme dalam kampus.
Mungkin saat ini sangat penting sekali untuk mengingatkan para kaum terpelajar itu untuk belajar berpikir lagi. Agar mereka bisa mengambil keputusan dengan menggunakan otak mereka itu. Nah....gw pikir apa yang dilakukan perusahaan tempat gw bekerja dalam megingatkan karyawannya agar tidak bekerja gegabah, teledor atau semberono ini mungkin bisa ditiru oleh kampus-kampus di Indonesia. Ya....dengan memapang tulisan " Think First Before You Act " dihampir setiap sudut kampus. Tentunya kalau perlu disetiap pintu ruang kuliah mereka. Agar mereka dapat melihat tulisan itu lalu meresapi maksudnya. Sehingga lain waktu mereka tak bertingkah seperti sekarang ini. Meski mungkin nantinya tak bisa juga membuat mereka sadar pentingnya berpikir panjang sebelum bertindak, setidaknya kita sudah berusaha melakukan perubahan
Ya......sayangnya pemikiran ini cuma ada diotak gw doang,jadi nyaris tak berguna. Kecuali ada salah satu mahasiswa yang melihat blog gw ini dan merasa perihatin melihat apa yang terjadi pada kaum mereka, lalu menyampaikan ide ini ke kampusnya. Walaupun cuma sebuah andaikata saja......tak apalah.
Posting awal 03 Maret 2008 ( lagi seru2nya tawuran antar mahasiswa )
Sudah hampir seminggu gw lihat di hampir semua pemberitaan media menyoroti masalah tawuran antar mahasiswa. Yng kalau ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata semua berawal dari masalah yang sepele. Hanya karena salah satu rekan mereka dipukuli oleh anak dari fakultas yang lain. Dari sebuah pertengkaran dua kelompok kecil menjadi pertengkaran yang meluas menjadi perang dua kelompok besar. Dengan dalih solidaritas mereka membela teman yang diniaya, tanpa berpikir panjang kembali menyerang pihak yang mereka anggap tersangka. Padahal belum tentu juga mereka mengetahui pokok permasalahannya. Belum tentu juga teman yang mereka bela ada di posisi yang benar. Kalau pun ya,cara yang mereka tempuh sangarlah brutal, sungguh tak menecerminkan siapa diri mereka. Kaum yang dikatakan intelek, yang cerdas dalam berpikir justru tak mampu berpikir terlebih dahulu dalam mengambil sebuah tindakkan. Tanpa memikirkan akibat dari tindakannya nanti, mereka menciptakan anarkisme dalam kampus.
Mungkin saat ini sangat penting sekali untuk mengingatkan para kaum terpelajar itu untuk belajar berpikir lagi. Agar mereka bisa mengambil keputusan dengan menggunakan otak mereka itu. Nah....gw pikir apa yang dilakukan perusahaan tempat gw bekerja dalam megingatkan karyawannya agar tidak bekerja gegabah, teledor atau semberono ini mungkin bisa ditiru oleh kampus-kampus di Indonesia. Ya....dengan memapang tulisan " Think First Before You Act " dihampir setiap sudut kampus. Tentunya kalau perlu disetiap pintu ruang kuliah mereka. Agar mereka dapat melihat tulisan itu lalu meresapi maksudnya. Sehingga lain waktu mereka tak bertingkah seperti sekarang ini. Meski mungkin nantinya tak bisa juga membuat mereka sadar pentingnya berpikir panjang sebelum bertindak, setidaknya kita sudah berusaha melakukan perubahan
Ya......sayangnya pemikiran ini cuma ada diotak gw doang,jadi nyaris tak berguna. Kecuali ada salah satu mahasiswa yang melihat blog gw ini dan merasa perihatin melihat apa yang terjadi pada kaum mereka, lalu menyampaikan ide ini ke kampusnya. Walaupun cuma sebuah andaikata saja......tak apalah.
Posting awal 03 Maret 2008 ( lagi seru2nya tawuran antar mahasiswa )
Langganan:
Komentar (Atom)